Tuesday, 24 October 2017

RENANG GAYA DADA

(Breaststroke)




Renang memiliki berbagai macam teknik gaya dan sebelumnya kita telah mengenal tentang teknik renang gaya punggung serta teknik renang gaya kupu-kupu. Untuk itulah, kita juga perlu mengetahui teknik renang gaya dada yang juga sama populernya dengan 2 teknik gaya yang lain. Istilah lain bagi teknik gaya dada pada renang juga dikenal dengan sebutan breast stroke atau juga gaya katak.

Penyebutan akan gaya katak cukup populer dan hal ini dikarenakan memang gaya dada bila dilihat secara seksama memang mirip dengan cara renang katak. Teknik gaya dada pada dasarnya sangat santai sehingga memang sangat populer dan kerap digunakan untuk berenang, terutama saat bersenang-senang.

Pada teknik ini, banyak orang yang menjadikan gerakan gaya dada sebagai favorit karena memang memiliki gerakan halus sehingga tubuh tak mudah capek ketika berenang. Posisi pada gaya dada adalah menelungkup di dalam air dengan dada menempel dan masuk ke dalam air. Sama halnya dengan gaya kupu-kupu, perenang gaya dada mampu mengambil nafas dengan baik.

Pengambilan nafas tentu saja dengan menggunakan mulut ketika mulut sampai di atas permukaan air sesudah 2-4 kali pergerakan kaki dan tangan. Karena tergolong gerakan santai dan kerap dijadikan gaya renang saat bersenang-senang, memang gaya dada ini kecepatannya tak begitu cepat. Dibandingkan dengan gaya renang lainnya, gaya dada adalah yang paling lambat.

Saat memilih untuk menggunakan teknik gaya dada saat berenang, sangat penting dalam membuat posisi kepala serta tubuh secara sempurna dan tepat. Efisiensi renang yang baik adalah ketika kita memosisikan kepala serta tubuh secara benar. Tak hanya itu, posisi yang benar akan menghindarkan kita juga dari cedera leher.

Sebelum mencoba teknik gaya dada pada renang, kita perlu tahu seluk-beluk tentang teknik dasarnya lebih dulu. Ketika sudah mempelajarinya dan berlatih dengan baik, maka olahraga renang akan menjadi jenis olahraga yang lebih menyenangkan. Berikut ini adalah langkah-langkah teknik gaya dada untuk memaksimalkan performa kita saat berenang.

1.  Teknik Meluncur
      Yang paling pertama untuk dilatih ketika ingin menguasai teknik gaya dada pada renang adalah posisi tubuh saat melakukan gerakan meluncur. Gerakan harus tepat untuk meminimalisir terjadinya cedera pada tubuh. Melatih posisi tubuh saat meluncur tak sulit jika tubuh dibuat serileks mungkin tapi juga jangan bertenaga terlalu rendah.

                                         


Teknik renang manapun selalu ada gaya meluncur, namun langkah ini tetap saja penting untuk dipelajari supaya hasil praktiknya benar. Teknik ini perlu dikuasai supaya rasa takut kita untuk masuk dan berenang langsung di dalam air bisa hilang. Kita juga mampu menyesuaikan suhu dengan melakukan teknik ini secara benar.

Cara Melakukan:

- Ambil posisi dengan berdiri menempel di bagian pinggiran kolam renang menggunakan       satu kaki di mana juga menempel di bagian dinding kolam.
- Pastikan tubuh dibungkukkan di mana posisinya menjadi sejajar dengan permukaan air.
- Pastikan tangan juga dalam posisi lurus ke arah depan saat melakukan langkah                   sebelumnya dengan mengapit kedua daun telinga.
- Setelah itu doronglah tubuh sekuat tenaga dengan kaki yang tadinya menempel di dinding   kolam, lalu luncurkan tubuh ke depan.
- Kaki, tangan serta tubuh dapat kita posisikan lurus ke arah depan dan sejajarkan dengan -   permukaan air di mana kemudian bisa dilanjutkan dengan menjaga tubuh agar tetap             seimbang saat sudah di dalam air.



2. Teknik Lengan
Pada teknik gerakan lengan saat melakukan gaya dada, ada 2 gerakan, yakni gerakan istirahat serta gerakan menarik. Pada gerakan menarik, perenang perlu menarik ekdua telapak tangan ke arah belakang sekuat-kuatnya hingga sampai segaris dengan bahu dan disertai posisi siku tinggi.

Sementara itu, masih ada juga gerakan istirahat pada teknik gaya dada pada gerakan lengan dan itu artinya sesudah merapatkan kedua siku dan telapak tangan di bawah dada, perenang harus melanjutkan dengan mendorong kedua tangan lurus ke depan. Ketika lengan sudah berposisi lurus ke depan secara horisontal, maka inilah yang disebut dengan istirahat untuk lengan.



Cara Melakukan Latihan Gerakan Lengan:

# Posisikan tubuh dalam kondisi bungkuk dan ada di atas permukaan air dengan kedua          tangan sejajar  dengan bahu lurus ke depan. Pastikan juga saat melakukan langkah ini,      rapatkan seluruh jari-jari  tangan.
# Tak lupa juga bagian wajah perenang pun harus berada pada permukaan air.
# Tariklah kedua lengan ke sisi samping bawah dengan meluruskan siku sambil menahan       air. Lalu   ketika siku sudah berada di bawah dada, bengkokkan kedua siku supaya         mampu membentuk sudut  45 derajat. Harus juga diperhatikan bahwa ketika kedua l         engan ditarik, maka gerakan yang benar        adalah seperti sedang mendayung dan             perlu melewati garis bahu untuk dinyatakan tepat.
#  Hadapkan telapak tangan ke samping ketika melakukan proses menarik kedua lengan.         Tak hanya itu, hadapkan kedua tangan kembali ke bawah saat hendak membentuk          sudut.
#  Tarik lagi kedua tangan ke arah atas sampai di bawah dagu dan pastikan pada saat itu         telapak  tangan mengarah atau menghadap ke bawah.
#  Sesudah lengan sudah kembali posisinya di bawah dagu, maka lengan harus segera          kembali pada  sikap permulaan.
#  Latihan ini perlu dilakukan berulang kali agar hasilnya menjadi jauh lebih maksimal.
#  Setelah latihan telah dikuasai dengan menggunakan kolam renang dangkal sambil              berjongkok dan membungkukkan badan, lanjutkan latihan dengan menaikkan level.           # Artinya, latihan perlu dilakukan di kolam dengan kedalaman sedang yang juga    dilakukan bersama dengan teknik  meluncur.

Teknik Pernapasan
Dalam olahraga renang dengan gaya dada, pernapasan dilakukan persis seperti saat melakukan gaya kupu-kupu di mana dilakukan ketika tangan ditarik ke arah samping. Tentu saja saat kita berada di dalam air pun perlu juga untuk mengambil napas, jadi teknik pernapasan pun perlu dikuasai supaya tidak salah ketika mengambil napas.

Cara Melakukan Teknik Pernapasan:

1. Pada sikap awal untuk melakukan gerakan pernapasan, pastikan berdirilah lebih dulu di dalam kolam renang dangkal sambil membungkukkan tubuh hingga sejajar dengan permukaan air kolam.
2. Untuk bagian wajah, silakan untuk menghadapkan wajah ke arah depan di mana harus berada juga di antara kedua lengan yang sedang diluruskan ke depan.
ads
3. Saat sudah hendak mengambil napas, lakukan dengan kepala diangkat ke atas sampai mulut muncul di permukaan air. Tapi jangan sampai terlalu atas dan hanya sampai sejajar dengan permukaan air.
4. Sambil melakukan hal di atas, dalam waktu bersamaan silakan kedua lengan sudah mulai menekan ke dalam atau bawah air sambil mendorong air ke dalam.
5. Saat tangan telah mencapai bawah dagu, luruskanlah ke arah depan secara pelan-pelan saja sambil menurunkan kepala juga dan udara dihembuskan saat kepala sudah masuk ke dalam air.
6. Pada dasarnya, kepala perlu menghadap ke bawah alias ke dalam air sebab jika menghadap ke depan maka leher akan terbeban dan bisa lebih tinggi risiko cederanya. 
7. Saat menghembuskan udara di dalam air lakukan perlahan saja.
8. Pada teknik gerakan pernapasan, bisa dilakukan setiap 4 kali gerakan atau 2 kali gerakan juga boleh, dan untuk perenang yang sudah handal malah biasanya mampu melakukan pernapasan dalam 8 gerakan karena sudah terbiasa dan terlatih dengan baik.



Teknik Latihan Gerakan Kaki 
Cara melatih gerakan kaki pada gaya katak ini sangat penting, karena dengan gerakan kaki yang benar maka dapat menambah kecepatan kita saat berenang. Selain dilatih di kolam renang, usahakan untuk olahraga lari. Karena itu dapat membantu Anda dalam melatih ketahanan kaki saat berenang. Berikut ini cara melatih gerakan kaki saat berenang gaya katak.



Pertama setelah meluncur posisi badan harus terlungkup sejajar dengan air kolam.
Langkah kedua tarik kaki secara bersamaan ke samping, kemudian kaki diluruskan kembali seperti posisi kaki katak saat berenang.
Ketiga lakukan lecutan saat kaki akan melakukan gerakan menutup.
Lakukan gerakan tersebut dengan santai agar gerakannya benar, kemudian lakukan secara berulang sampai benar, atau lihat gambar dibawah ini.

Teknik Koordinasi Gerakan
Pada latihan koordinasi gerakan, latihan tentunya perlu dilakukan secara terpadu yang mengombinasikan seluruh unsur teknik yang sudah dilatih sebelumnya pada gaya dada. Awalan dengan gaya meluncur bisa kemudian dilanjutkan dengan gerakan kaki lebih dulu, baru gerakan lengan dan kemudian imbangi dengan pernapasan yang baik dan benar.



Hal paling penting dari latihan koordinasi pada dasarnya adalah adanya koordinasi antara gerakan lengan dan juga gerakan kaki. Ingat bahwa gerakan lengan dan kaki yang terpadu akan menghasilkan keseimbangan tubuh yang baik selama berada berenang di dalam air. Ini karena kedua gerakan tersebut merupakan gerakan dasar pengatur keseimbangan.

Tak hanya itu, gerakan lengan sekaligus kaki yang benar serta berimbang akan menjadi tenaga pendorong maupun penggerak yang sempurna selama melakukan gaya dada. Pada waktu melakukan latihan koordinasi gaya dada ini, setiap teknik perlu dilakukan secara teliti supaya gerakan tahanan atau kontra air bisa kita perkecil.

Cara Melakukan Teknik Koordinasi Gerakan:

Latihan satu gerakan – Pada latihan teknik koordinasi gerakan satu ini, intinya adalah membiasakan diri serta merasakan pola gerak sekaligus irama tubuh sewaktu berada di dalam air. Pada latihan satu gerakan, artinya adalah perenang pemula perlu melatih satu gerakan tangan yang kemudian bisa ia lanjutkan dengan satu gerakan kaki. Latihan ini perlu dilakukan sampai bisa mencapai 10-15 meter tapi juga diimbangi dengan kesempurnaan irama koordinasi.
Latihan dua gerakan tangan plus satu gerakan kaki – Pada latihan satu ini, perlu adanya konsistensi sekaligus latihan yang intensif di dalam kolam hingga mampu melakukan renang sampai 15 meter. Tentunya harus juga diimbangi dengan kesempurnaan irama koordinasi.




Sunday, 24 September 2017

RENANG

Hasil gambar untuk materi renang sd
      SEJARAH RENAG
Berenang telah dikenal sejak zaman Yunani dan Romawi Kuno. Hal ini terbukti berdasarkan legenda-legenda tentang orang-orang yang telah melakukan renang dengan tujuan tertentu, seperti halnya Leander pada masa pacarannya dengan Hero. Ia berenang karena kekasihnya berada jauh di seberang Sungai Hellespont (Dardenelles) di Asia Minor (Turki). Kemudian, seorang kapten perang tentara Romawi, yaitu Horatius yang terluka saat berperang seorang diri. Horatius melarikan diri dari musuhnya dengan berenang menyeberangi Sungai Tibet.
Olahraga renang dengan gaya seperti sekarang ini kali pertama diperkenalkan di Jepang melalui kejuaraan renang yang diselenggarakan di negara itu. Pada tahun 1603, sekolah-sekolah di Jepang memasukkan olahraga renang sebagai pelajaran wajib. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak kejuaraan renang tingkat internasional selalu didominasi oleh perenang-perenang dari Jepang. Sejalan dengan perjalanan sejarahnya, olahraga renang ini salalu mengambil jarak tempuh yang relative jauh.
Di daratan Eropa, olahraga renang masuk melalui Inggris. Pada tahun 1896, renang mulai dipertandingkn di Olimpiade, saat itu masih diikuti perenang-perenang putra. Pada tahun 1912, pertandingan renang mulai diikuti oleh perenang-perenang putri.
Organisasi renang dunia dikenal dengan nama Internationale de Swimming Association (ISA). Di Indonesia, induk organisasi olahraga renang adalah Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).
PERKEMBANGAN RENANG INDONESIA
Sejak sebelum kemerdekaan, di negara kita telah ada beberapa kolam renang yang indah dan baik. Akan tetapi pada waktu itu, kesempatan bagi orang-orang Indonesia untuk belajar berenang tidak mungkin. Hal ini disebabkan setiap kolam renang yang dibangun hanyalah diperuntukkan bagi para bangsawan dan penjajah saja.
Memang waktu itu ada juga kolam renang yang dibuka bagi masyarakat banyak, akan tetapi harga tiket masuk sedemikian tingginya, sehinggara para pengunjung tertentu tidak bisa membayar tiket masuk untuk berenang.
Salah satu dari sekian banyak kolam renang yang dibangun setelah tahun 1900 adalah kolam renang Cihampelas di Bandung yang didirikan pada tahun 1904. Sesuai dengan tempat kelahiran kolam renang Cihampelas, maka awal dari kegiatan olahraga renang di Indonesia dapat dikatakan mulai dari Bandung.
Pertama-tama berdiri perserikatan berenang diberi nama Bandungse Zwembond atau Perserikatan Berenang Bandung, didirikan pada tahun 1917, perserikatan ini membawahi 7 perkumpulan yang diantaranya adalah perkumpulan renang di lingkungan sekolah seperti halnya OSVIA, MULO dan KWEEKSCHOOL.
Selain Bandung, Jakarta dan Surabaya juga mendirikan perkumpulan-perkumpulan berenang dalam tahun yang sama. Kemudian barulah di tahun 1918 berdiri West Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa barat dan pada tahun 1927 berdiri pula Oost Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa Timur yang beranggotakan kota-kota seperti : Malang, Surabaya, Pasuruan, Blitar dan Lumajang. Sejak saat itu pula mulai diadakan pertandingan maupun antar daerah. Bahkan kejuaraan-kejuaraan itu, rekor-rekornya juga menjadi rekor di negeri Belanda.
PENGERTIAN RENANG
Renang adalah olahraga yang paling baik dilakukan untuk menjaga kesehatan, dikatakan demikian karena pada saat berenang hampir seluruh otot tubuh bergerak sehingga semua otot dapat berkembang dengan pesat dan kekuatan terus meningkat. Dalam olahraga renang ada empat macam gaya yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut :
1.    Gaya bebas (craw)
2.    Gaya punggung (back craw)
3.    Gaya dada (breast stroke)
4. Gaya kupu-kupu (butterfly)

TEKNIK DASAR RENANG
3.1.         Pengenalan Air
Pengenalan air sangat perlu bagi mereka yang baru pertama kali belajar renang. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa takut terhadap air dan mengenal sifat-sifat air seperti basah, dingin, dan sebagainya.
Latihan pengenalan air dapat dilakukan dalam bentuk permainan atau yang lain misalnya :
·         Berkejar-kejaran di kolam yang dangkal.
·         Saling mencipratkan air ke muka taman.
·         Memasukkan kepala dan badan ke dalam air.
·         Menyelam melalui rintangan yang di buat teman.
·         Main tebak-tebakkan di dalam air.
·         Berjalan mengelilingi kolam.
·         Bermain kereta keretaan di air.
3.2.         Mengapung
Ambil napas dalam-dalam masukkan kepala ke dalam air dengan cara sedikit merebahkan tubuh ke depan. Mata tetap di buka. Tetap rileks jangan tegang, biarkan kaki terangkat dari dasar kolam. Lutut diangkat keatas dan menyentuh dada. Ambil posisi merangkak dan melayang di dalam air. Tahan sikap tersebut di dalam air hingga tidak dapat menahan napas lagi. Lakukan latihan ini berulang-ulang.

MENGGERAKKAN TUNGKAI
Cara melakukan latihan menggerakkan tungkai adalah sebagai berikut.
a. Salah satu tangan memegang papan atau pipa yang ada di pinggiran kolam.
b. Sedangkan  tangan yang lain menempel di tembok. Kepala di atas permukaan air.
c. Tarik kedua lutut ke samping agak serong ke bawah, kedua tumit rapat.
d. Lakukan gerakan ini berulang-ulang. Perhatikan gambar berikut ini!
Gambar Latihan gerakan tungkai
Hasil gambar untuk Renang gaya dada di sd
 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan  3
3. Latihan Menggerakkan Lengan
Latihan gerakan lengan renang gaya dada dapat dilakukan pada kolam yang dangkal yang ketinggian airnya kira-kira di bawah dada. Cara melakukan latihan gerakan lengan adalah sebagai berikut.
a. Sikap Permulaan Berdiri di dalam kolam, kedua kaki dibuka. Badan bungkukkan ke atas permukaan air, kedua tangan lurus ke depan. Telapak tangan menghadap ke bawah, jari-jari tangan dirapatkan, dan muka menghadap ke dalam air.
b. Gerakannya Gerakan dalam latihan menggerakkan lengan yaitu:
1) Sambil menekan air, kedua lengan tarik ke samping agak serong ke bawah, dan siku tetap lurus.
2) Kemudian pada saat lengan berada kira-kira di bawah bahu, secepat mungkin kedua sikut dibengkokkan atau dilipat, hingga kedua lengan berada di bawah dada dan telapak tangan menghadap ke bawah.
3) Selanjutnya dorong lagi ke depan lurus.
4) Demikian seterusnya, gerakan ini dilakukan berulang-ulang

    Meluncur
Berdiri dengan posisi punggung membelakangi dan rapat pada dinding kolam. Turunkan bahu hingga hanya kepala yang berada di atas permukaan air. Kaki yang terkuat diangkat dan ditempelkan pada dinding kolam untuk menumpu.
Ambil napas dalam-dalam, masukkan kepala ke dalam air. Sementara itu, tekan kaki tumpu dan angkat kaki lainnya hingga tubuh meluncur jauh dari pinggir kolam.

Hasil gambar untuk Renang gaya dada di sd

KOLAM RENANG
Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m

NOMOR PERLOMBAAN

Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya renang (gaya bebasgaya kupu-kupugaya punggung, dan gaya dada). Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:

Renang Gaya Bebas (Craw)
            Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang yang lainnya, gaya bebas merupakansalah satu gaya berenang yang dapat membuat tubuh perenang melaju lebih cepat di dalam air.

Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa banyak orang, baik yang sudah terlatih maupun bagi para pemula yang mau belajar renang.
     Gerakan Kaki
Ø  Kaki kanan dan kaki kiri digerakkan mencambuk ke atas dan ke kiri bawah terus menerus secara bergantian.
Ø  Untuk memperoleh cambukan yang kuat, saat mencambuk ke bawah lutut sedikit dibengkokkan serta otot paha diregangkan.
Ø  Pada saat mencambuk ke atas, otot-otot di daerah pantat berkontraksi hingga kaki bergerak ke atas permukaan air.
Ø  Setiap cambukan dibantu dengan melecutkan pergelangan kaki untuk menambah daya dorong tubuh ke depan.
     Gerakan Lengan
Ø  Entry : tangan diliruskan jauh ke depan, lalu ujung jari tangan masuk ke dalam air secara rileks.
9
Ø  Catch : tangan digerakkan “menangkap” ke samping luar, lalu diputar lagi ke dalam air untuk persiapan melakukan gerak selanjutnya.
Ø  Pull   : diawali dengan gerakan akhir pada catch. Posisi siku 90˚di bawah bahu, ujung-ujung jari tangan menghadap ke bawah.
Ø  Release : lengan diluruskan kembali di samping paha, lakukan gerakan menekan melalui lecutan oleh pergelangan tangan ke atas.
Ø  Recovery : diawali dengan gerakan akhir release, lakukan gerakan “menjangkau”, lengan tangan lurus ke depan dengan rileks.
Gerakan Mengambil Napas
Ø  Ambil udara melalui mulut, lalu dikeluarkan melalui mulut dan hidung secara bersamaan.
Ø  Bernapaslah ketika tangan menjangkau jauh ke depan.
Ø  Gerakan mengambil udara di lakukan ke satu arah, yaitu samping kiri atau ke samping kanan.